Tidak dapat dipungkiri bahwa konsep sustainable corporate entrepreneurship (SCE) yang menjadi pilihan strategi founder bisnis untuk menumbuh...
Tidak dapat dipungkiri bahwa konsep sustainable corporate entrepreneurship (SCE) yang menjadi pilihan strategi founder bisnis untuk menumbuhkembangkan bisnis dari skala mikro ke kecil, kecil ke menengah dan menengah ke besar. Perlu dipahami bahwa implementasi strategi ini tidak bisa dilihat dari kaca mata implementasi strategi dalam bentuk program, budget, prosedur dan pilihan orang yang akan menjalankannya.
Nah, dalam konteks ini, perlu dipahami bagaimana konsep manajemen perubahan yang harus dipahami dan dijalankan oleh founder bisnis agar bisa berjalan dengan baik. Manajemen perubahan yang menjadi dasar untuk menjalankan sustainable corporate entrepreneurship dalam perusahaan karena yang pasti, terjadi perubahan besar di perusahaan dan melibatkan karyawan dan manajemen perusahaan untuk ikut membangun perusahaan.
Manajemen perubahan tersebut ini menjadi fondasi untuk menjalankan sustainable corporate entrepreneurship agar bisa optimal. Manajemen perubahan tersebut bisa menggunakan beberapa model dan salah satunya dari leading change by John P Kotter yang dalam model sederhananya adalah pertama, adanya urgensi untuk perubahan dan penting untuk dipahami oleh setiap orang dalam perusahaan yang menerapkan konsep SCE ini.
Tahap kedua adalah bagaimana mendapatkan orang-orang atau karyawan yang memiliki komitmen untuk berubah dan pastinya mereka akan menjadi key persons untuk menjalankan konsep SCE tersebut. Perlu diketahui bagaimana skenario SCE yang akan dijalankan dan diperlukan komitmen dan konsisten mereka untuk terlibat.
Tahap ketiga adalah bagaimana membuat visi baru dan mengkomunikasikan visi baru tersebut kepada seluruh orang di perusahaan. Komunikasikan ini termasuk tahap keempat sehingga seluruh orang memahami arah dari perubahan tersebut. Tidak dapat dipungkiri ini penting karena ketika mereka pahami, maka mereka akan terlibat aktif untuk mensukseskannya.
Tahap kelima adalah memberikan support system untuk keberhasilan SCE dimana kapasitas dan kapabalitas setiap orang diperlukan. Perlu pelatihan dan penguatan setiap orang serta fasilitas dan juga modal untuk sukses.
Tahap keenam, jelas evaluasi dan syukuri atas capaian dari setiap proses. Yang ketujuh adalah lakukan perubahan lain dan yang terakhir adalah jadikan perubahan itu sebagai budaya yaitu value, belief, habit, bahasa dan komunikasi.

