Kenapa banyak perusahaan yang terlambat melakukan perubahan sementara yang lain lebih cepat melakukannya? Pertanyaan ini menjadi penting bag...
Kenapa banyak perusahaan yang terlambat melakukan perubahan sementara yang lain lebih cepat melakukannya? Pertanyaan ini menjadi penting bagi saya ketika menerapkan Sustainable Corporate Entrepreneurship untuk mencapai sustainable Competitive Advantage (SCA) di perusahaan-perusahaan yang saya dampingi.
Sayang sekali ketika perusahaan berusaha untuk meningkatkan kinerja perusahaan, tetapi konsep corporate entrepreneurship belum berjalan dengan baik. Ada dasar yang harus dipenuhi terlebih dahulu yaitu change management atau manajemen perubahan. Perubahan yang terjadi pada perusahaan akan berdampak kepada seluruh karyawan, bukan hanya pada manajemen atau business owner atau pemegang saham.
Permasalahannya adalah belum adanya urgensi untuk perubahan dalam perusahaan sehingga merasakan dampak perubahan tersebut tidak bermakna apa-apa buat mereka. Terjadilah kenaifan dalam menjalankan tugas di perusahaan. Dampaknya? pasti perusahaan tidak bisa berkembang secara optimal. Akan banyak masalah baru yang muncul.
Kesadaran akan adanya urgensi pada sebuah perusahaan adalah berawal dari pemahaman atas kondisi real khususnya gap atau kesenjangan antara TARGET vs REALISASI yang pastinya berbasis data. Jadi, fokuslah pada data yang ada karena data tidak bisa berbohong dan memberikan informasi yang objektif. Tentu kecepatan menyediakan data dan validitas serta reliabilitas data menjadi sangat penting dan penentu tingkat urgensi yang dimiliki oleh setiap karyawan dan manajemen di perusahaan.
kemudian, ketika sudah dapat informasi adanya gap, bicaralah tentang dampak dari gap tersebut terhadai diri, tim dan perusahaan. Jelas sekali orang akan tersadar ketika bicara dampak dari setiap apa yang mereka rasakan, apalagi berdampak secara ekonomi selain posisi di perusahaan. Kena peringatan dari BOD ataupun pemilik perusahaan, berdampak hukum pidana, pendapatan berkurang dan lain-lain yang berhubungan dengan diri, tim dan perusahaan.
Tentu dampak tersebut harus terukur agar bisa diketahui apakah signifikan atau tidak signifikan. Kalau tidak signifikan, bisa dibiarkan saja dan bila signifikan, maka perlu dicarikan jalan keluarnya karena berhubungan dengan diri, tim dan perusahaan. Pastilah semuanya harus dianalisis dan dievaluasi untuk dampak dari gap tersebut.
Ketika ini sudah dilakukan, waktunya buat keputusan untuk mengakhiri dampak tersebut, harus dilakukan perubahan dan gunakan manajemen perubahan.

