Jadilah Petani Pebisnis Dari sekian bannyak perjalanan saya ketemu dengan calon pensiunan dari berbagai perusahaan, baik BUMN, BUMD dan bah...
![]() |
| Jadilah Petani Pebisnis |
Dari sekian bannyak perjalanan saya ketemu dengan calon pensiunan dari berbagai perusahaan, baik BUMN, BUMD dan bahkan perusahaan asing, pasti ada diantara mereka memiliki aset berupa lahan atau aset yang dapat digunakan untuk bisnis pada sektor pertanian ataupun perkebunan. Percaya atau tidak? Rata-rata, ada lima sampai sepuluh karyawan yang punya aset tersebut dan apa yang mereka pahami terhadap aset tersebut?
Kaget, itulah yang saya temukan pertama kali karena sebagian atau bahkan hampir semua belum memiliki mindset pensiunpreneur dalam artian bahwa aset yang mereka miliki itu belum dilihat sebagai sebuah aset dan kebutuhan masyarakat terhadap pangan menjadi hal yang sangat penting dan mendesak karena itu adalah masalah dari masyarakat dan sejatinya itu adalah peluang bagi pemilik lahan pertanian untuk menghasilkan berbagai produk.
Bagi mereka, aset tersebut belum menjadi pilihan untuk bisnis dimasa pensiun. Bisa jadi karena jauh secara geografi dengan tempt tinggal saat ini ataupun terlalu ribet untuk dikelola menjadi lahan pertanian yang bisa menjadi aset berharga ditengah kebutuhan akan pangan yang begitu tinggi dan pastinya pasar luar biasa bagi produk-produk pertanian.
Bicara tentang apa yang sedang mereka lakukan, biasanya aset tersebut diserahkan kepada pihak ketiga untuk dikelola dan sebagian hasil lahan pertanian tersebut diserahkan kepada mereka dan sebagian lagi menjadi hak pengelola. Disisi lain, mereka malah memilih bisnis yang seringkali memerlukan uang yang tidak sedikit dan yang paling miris adalah bisnis yang mereka pilih malah tidak dipahami dengan baik sehingga berpotensi untuk rugi.
Disinilah perlunya kesadaran dari karyawan yang memiliki lahan pertanian, baik ditempat tinggal saat ini ataupun di tanah kelahiran yang bisa juga diberikan oleh orang tua sebagai warisan. Ada satu konsep yang ingin saya sarankan kepada karyawan yang memiliki lahan pertanian yaitu menjadi PETANI PEBISNIS. Konsep ini menjadi penting untuk dipahami bahwa dasarnya adalah karyawan bukan menjadi petani yang harus turun ke sawah, ke kebun dan kerja semua sendiri. bukan ini yang dimaksud.
Petani pebisnis berhubungan dengan bagaimana karyawan dengan latar belakang bisnis dan manajemen yang pernah didapatkan dari perusahaan selama bekerja, dapat memanfaatkan pengetahuan, keterampilan serta sikap profesional dalama mengelola lahan tersebut.
Ada satu cerita yang luar biasa dan saat ini saya sedang bantu seorang karyawan yang memilih menjadi petani pebisnis. Dengan lahan kurang lebih 3000 m2, mulai didesain untuk keperluan bisnis dimasa pensiun dengan membangun lahan pertanian yang terintegrasi dengan peternakan, tempat pelatihan sampai dengan tempat makan.
Inilah yang saya maksud dengan menjadikan karyawan menjadi PETANI PEBISNIS yang dapat memberikan value yang bersifat superior bagi mereka. tidak dapat dipungkiri bahwa ini menjadi penting bagi karyawan dengan modal yang terukur yaitu maksimal 30% dari total pesangon yang didapat dari perusahaan dan dengan bekal pengetahuan, keterampilan sikap dan pengalaman bisnis serta aset yang mereka miliki, maka karyawan akan berhasil dimasa pensiun untuk mencapai lima sehat : sehat fikiran, sehat religi, sehat fisik, sehat sosial dan sehat ekonomi.

