Penting bagi setiap pendidik di perguruan tinggi untuk memiliki ranting ilmunya yang pastinya membuat dirinya ahli dan berbeda dengan dosen ...
sebagai seorang praktisi yang memilih untuk menjadi seorang dosen manajemen di Fakultas Pasca Sarjana Universitas Widyatama, saya memilih ranting ilmu Corporate Entrepreneurship dimana cabang nya adalah strategic entrepreneurship dan rumpun ilmunya adalah strategic management dan entrepreneurship yang sangat dibutuhkan oleh para entrepreneur dan juga para business owner serta manajemen perusahaan.
Berawal dari penguasaan manajemen stratejik yang membahas hal yang sangat penting yaitu strategic thinking yaitu berfikir jangka panjang dengan dasar kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman dari lingkungan internal dan eksternal untuk mendapatkan posisi dipasar dan memilih strategi yang tepat untuk mencapai sustainable competitive adnvantage dan tujuan perusahaan terscapai.
Hal ini menjadi dasar karena berhubungan juga dengan manajemen keuangan, manajemen pemasaran, manajemen operasi, manajemen sumber daya manusia, manajemen digitaliasasi, manajemen inovasi dan manajemen resiko. puncak dari ilmu ini adalah bagaimana bisa membuat keputusan stratejik dan tindakan yang bersifat stratejik.
Ilmu yang juga sangat dibutuhkan adalah entrepreneurship yaitu pola pikir yang berubah menjadi sikap mental dalam melihat ataupun menciptakan peluang dan merubahnya menjadi setuatu yang bernilai ekonomis yang bermanfaat bagi diri sendiri, Disini, penting untuk berfikir kreatif dan inovatif sebagai dasar untuk bisa berhasil dalam bisnis
Nah, ada satu ilmu baru yang merupakan gabungan dari strategic management dengan entrepreneurship yaitu strategic entrepreneurship. Ilmu ini menggabungkan antara berfikir stratejik dalam ilmu manajemen stratejik dengan berfikir kreatif dan inovatif dalam entrepreneurship. Gabungan ketiga kemampuan berfikir kreatif, inovatif dan stratejik inilah yang akan bisa membuat bisnis mencapai sustainable competitive advantage alias keunggulan bersaing yang berkelanjutan.
Disinilah seorang business owner dituntut untuk memiliki pola pikir dan sikap mental seorang entrepreneur dan bukan manajemen saja. Business owner yang biasa berfikir stratejik dituntut juga berfikir kreatif dan inovatif menghadapi lingkungan bisnis yang berubah, tidak pasti, tidak bisa dikontrol dan mengalamai turbulensi.
sebaliknya, entrepreneur dengan skala bisnis mikro dan kecilpun diharapkan menguasai manajemen stratejik yaitu berfikir jangka panjang dan menyusun strategi untuk usaha mereka. Tidak cukup hanya berfikir kreatif dan inovatif saja. inilah yang paling penting bagi business owner perusahaan besar dimana mereka harus berfikir kreatif dan inovatif dan sebaliknya, entrepreneur dengan bisnis mikro dan kecil berfikir stratejik.
Selanjutnya adalah tidak hanya owner saja yang berfikir kreatif dadn inovatif, akan tetapi juga karyawan dan manajer dan inilah konsep baru yaitu corporate entrepreneurship. Fokus pada entrepreneur dan/atau business owner bergeser pada karyawan. Inilah yang menjdi perhatian dan fokus keilmuan saya sebagi seorang dosen dengan ranting ilmu corporate entrepreneurship.

