Corporate Entrepreneurship Menarik ketika mulai membahas tentang implementasi corporate entrepreneurship dalam perusahaan ketika business o...
![]() |
| Corporate Entrepreneurship |
Menarik ketika mulai membahas tentang implementasi corporate entrepreneurship dalam perusahaan ketika business owner dan juga manajemen perusahaan fokus untuk shifting memenangkan persaingan bisnis saat ini dan bahkan mencapai sustainable competitive advantage atau keunggulan bersaing yang berkelanjutan.
Konsep dasar corporate entrepreneurship adalah bagaimana business owner dan manajemen mengembangkan berfikir kreatif dan inovatif dari setiap karyawan dan bahkan level manajemen dalam perusahaan. Dasar berfikir nya adalah dalam konteks knowledge economic atau ekonomi berbasis pengetahuan memang menuntut perusahaan untuk bisa memanfaatkan pengetahuan dalam menjalankan bisnis.
Bagi saya, pengetahuan yang diperlukan untuk menjalankan bisnis berhubungan dengan thinking ability atau kemampuan berfikir, entrepreneurship, bisnis, manajemen dan ibadah. Semua pengetahuan ini diperlukan untuk menjalankan berbagai tugas di bisnis untuk bisa mencapai tujuan berupa profit, people, planet, sustain dan growth dan pastinya untuk bisa memenangkan persaingan tersebut, diperlukan posisi sustainable competitive advantage.
Disinilah terjadi perubahan besar dalam perusahaan mindset business owner, Board of Director sampai dengan level top management, middle management serta lower management. Cara berfikir yang menuntut untuk tidak lagi fokus pada business owner, tetapi lebih pada setiap orang dalam perusahaan untuk mengembangkan ide-ide kreatif dan inovatif dalam menyelesaikan masalah yang ada dalam perusahaan.
Dari sini, dapat dilihat bahwa orang-orang dalam perusahaan, baik level managerial ataupun karyawan untuk bisa dilibatkan secara lebih dalam untuk menyelesaikan masalah perusahaan agar mencapai tujuan perusahaan. Nah, dari sini dapat dilihat dua pihak yang perlu terlibat dalam peningkatan kontribusi kemampuan berfikir kreatif dan inovatif para manajemen dan karyawan pada departemen keuangan, pemasaran, operasi dan sumber daya manusia.
Manajer pertama adalah manajer sumber daya manusia (HR Manager) perusahaan yang bertanggungjawab dalam menyusun struktur organisasi dan job description serat job specification yang dilanjutkan dengan pelatihan dan pengembangan setiap orang dalam perusahaan. Pelatihan-pelatihan untuk pengembangan potensi karyawan yang fokus pada knowledge, skill dan atitude yang dibutuhkan oleh karyawan.
Fokus pengembangan kompetensi tersebut adalah pada thinking ability untuk bisa membantu karyawan dalam Decision making and Problem Solving. Saya sendiri merasakan hal yang sama ketika bertanggungjawab untuk pengembangan diri setiap karyawan di perusahaan. Hubungan yang paling erat dalam diri setiap karyawan terhadap implementasi corporate entrepreneurship adalah kemampuan berfikir dengan pembuatan keputusan agar bisa menyelesaikan masalah di perusahaan.
Pemetaan potensi dari setiap karyawan menjadi dasar untuk pengembangan diri setiap karyawan khususnya yang berhubungan dengan dominan berfikir, baik itu otak kanan ataupun otak kiri yang dapat menjadi dasar karyawan untuk terlibat dalam implementasi corporate entrepreneurship di perusahaan tersebut.
Yang tidak kalah penting bagi manajer HR adalah menetapkan budaya perusahaan serta implementasinya dalam bentuk peraturan perusahaan dalam konteks change management. Tidak mudah, pastinya akan tetapi ini harus benar-benar dijalankan oleh para HR manager dalam perusahaan agar bisa mempersiapkan setiap karyawan dan manajer bisa bekerja dengan dasar kemampuan berfikir kreatif dan inovatif dalam membuat keputusan agar bisa menyelesaikan masalah.
Pihak kedua adalah manajer lini di setiap departemen dimana karyawan berada. Mindset untuk bisa memastikan bahwa karyawan bisa membuat keputusan dan menyelesaikan masalah berbasis potensi diri setiap karyawan menjadi penting. Ingat, manajer itu bekerja dengan dan melalui orang lain untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. dalam proses manajemen, pada tahap planning, dan organizing serta controlling, jelas sekali peran manajer. Akan tetapi, tahap implementasi adalah bagian utama bagi setiap karyawan.
Kalau lebih difokuskan lagi, tahap organizing inilah yang peran kunci bagi setiap manajer dalam mengembangkan kualitas keputusan dan penyelesaian masalah berbasis pada potensi diri sesuai dengan mapping potensi dari setiap karyawan. Bentuk penugasan, problem solving sampai dengan simulasi dan praktek decision making and problem solving untuk setiap tugas dalam perusahaan.
Inilah yang perlu menjadi perhatian setiap business owner bahwa untuk implementasi corporate entrepreneurship, diperlukan keterlibatan utama dari fungsi manajemen sumber daya manusia dan juga manajerial di lapangan yaitu keuangan, pemasaran, operasi dan bahkan departemen sumber daya manusia karena mereka memiliki tim dibawahnya.
#corporateentrepreneurship #manager #sustainablecompetitiveadvantage

