Tidak banyak yang tahu tentang pentingnya setiap karyawan ataupun entrepreneur dan bahkan pensiunpreneur yang menghasilkan uang dari gaji me...
Tidak banyak yang tahu tentang pentingnya setiap karyawan ataupun entrepreneur dan bahkan pensiunpreneur yang menghasilkan uang dari gaji mereka tempat bekerja ataupun gaji dari usaha sendiri untuk kepentingan dana cadangan. Sangat menyedihkan ketika banyak diantara karyawan ataupun entrepeneur/pensiunpreneur yang ketika mengalami masalah keuangan sehari-hari, mereka pusing untuk mendapatkan uang keperluan sehari-hari dengan hutang ataupun pinjol dan juta pay later,
Tahu ngga kalau orang yang tidak memiliki dana cadangan itu akan bengong dalam satu hari untuk beberapa jam hanya untuk mikirin untuk mendapatkan uang yang mendadak tersebut. Jelas sekali membuat waktu terbuang dan bahkan berpengaruh terhadap psikologi dan fikiran. Tentu hal ini tidak diharapkan oleh setiap orang karena berhubungan dengan tingkat produktivitas setiap orang dalam kesehariannya.
Beberapa kasus juga saya temui ketika anak muda yang bekerja ataupun berbisnis tidak memikirkan tentang penyisihan gaji mereka untuk dana cadangan sebesar Rp 10.000.000 di rekening mereka. Kenapa ini terjadi?
Pertama, banyak karyawan yang tidak memiliki pemahaman terhadap dana cadangan dan manfaatnya bagi karyawan. Pelatihan yang didapatkan oleh karyawan lebih ke hard skills dan soft skills yang berhubungan dengan pekerjaan di kantor. Wajar sih ini terjadi karena konteks nya adalah peningkatan skill yang dibutuhkan untuk mengerjakan pekerjan sehari-hari bagi karyawan.
Akan tetapi, tahu ngga dampak dari lemahnya pemahaman terhadap literasi keuangan khususnya pemisahan gaji untuk dana cadangan? mereka lebih banyak terjebak pada pembayaran dengan memanfaatkan pinjaman online ataupun menggunakan jasa pay later dengan membeli suatu barang dan kemudian mereka jual kembali. pada akhirnya, keseharian bekerja juga terganggu karena harus membayar hutang ataupun kebutuhan mendadak.
Kedua, sikap mental dalam pengelolan uang untuk dana cadangan. Perlu disiplin memisahkan uang untuk dana cadangan tersebut. Pengalaman saya memang perlu kedisiplinan untuk memisahkan uang tersebut karena godaannya sangat tinggi dan banyak. Untuk beli berbagai keperluan ataupun keinginan dari setiap karyawan yang masih menanggap bahwa dana cadangan tersebut belum menjadi sesuatu yang mendesak.
Lihat saja bagaimana banyak karyawan muda lebih membeli berbagai keperluan untuk keinginan mereka masing-masing. Disiplin itu menjadi kunci dari setiap karyawan untuk bisa mengelola keuangan dengan tabungan untuk dana cadangan.
Ketiga, ketika satu waktu dana cadangan terpakai, sejatinya, karyawan perlu mengisinya untuk memenuhi 10 juta lagi sehingga posisinya tetap di uang tersebut.
Inilah yang menjadi perhatian setiap karyawan ketika bekerja dengan menyisihkan uang untuk dana cadangan setiap hari.

