Dalam beberapa hal yang berhubungan dengan bagaimana seorang pensiunpreneur ataupun entrepreneur yang sudah memulai dan menjalankan bisnis, ...
Dalam beberapa hal yang berhubungan dengan bagaimana seorang pensiunpreneur ataupun entrepreneur yang sudah memulai dan menjalankan bisnis, perlu memiliki kesadaran tentang konsep founder bisnis yang saya kembangkan karena tanggungjawabnya jelas sekali berbeda dengan hanya menjadi entrepreneur saja. Lihat saja apa yang harus dilakukan oleh entrepreneur saat ini menghadapi perubahan lingkungan bisnis yang begitu cepat.
Kondisi ekonomi dan politik serta perubahan sosial, lingkungan alam, teknologi dan hukum memaksa business owner untuk shifting menjalankan strategic entrepreneurship pada umumnya dan corporate entrepreneurship pada khususnya. Banyak entrepreneur ataupun pensiunpreneur yang memiliki ketebatasan kompetensi tentang berfikir stratejik yang sangat dibutuhkan untuk bisa membuat perusahaan mereka untuk bisa bertahan dan bahkan mencapai keunggulan bersaing yang berkelanjutan.
Ketidak pahaman peran yang harus dijalankan entrepreneur tentang strategic management tersebut banyak membuat mereka gagal mencapai keunggulan bersaing dan bahkan harus menutup perusahaan. Tentu hal ini tidak diingintkan oleh entrepreneur dan/atau pensiunpreneur tersebut. Bisnis yang sudah dimulai dan dibangun tidak dapat berkembang dan bahkan hancur pasti membuat mereka menangis.
Akar masalahnya adalah pertama, tidak memiliki metakognisi yaitu kesadaran dalam proses berfikir setiap entrepreneur dan pensiunpreneur. Bahkan yang paling parah adalah mereka terjebak dengan emosi dalam mengambil keputusan. Padahal, hukumnya adalah jangan pernah membuat keputusan dalam keadaan emosi yaa...
Kedua, mereka tidak memiliki pemahaman terhadap strategic thinking ka. Tentu ini sangat disayangkan karena berhubungan dengan bagaimana mereka berfikir jangka panjang berbasis lingkungan internal dan eksternal untuk mendapatkan posisi di pasar serta memiliki strategi untuk mencapai SCA dan tujuan perusahaan.
Hal ini memang memerlukan kuliah ditingkat master pada khususnya dan/atau kelas yang dapat memberikan kerangka berfikir strategic. Tidak banyak memang yang mampu membuat mereka bisa berfikir stratejik, tetapi ini perlu menjadi perhatian karena entreprenuer dan business owner itu sangat membutuhkan skill ini.
Ketiga, keterbatasan kompetensi membuat dan menjalankan strategic decision karena berhubungan dengan keterbatasan strategic thinking tadi. Akhirnya mereka tidak bisa menjadi CEO dengan baik dan bahkan tidak bisa menjadi strategic leader untuk menggerakkan tim untuk bisa berjuang memenangkn persaingan bisnis agaar bisa mencapai Sustainable Competitive Advantage.

