“Pak Meriza, sejauh mana dukungan pasangan hidup dalam bisnis dapat membantu peningkatan bisnis calon pensiunpreneur?” demikian tanya s...
“Pak
Meriza, sejauh mana dukungan pasangan hidup dalam bisnis dapat membantu
peningkatan bisnis calon pensiunpreneur?” demikian tanya seorang pemirsa
program Pensiunpreneur, Siapa Takut? yang ditayangkan di Bandung TV. Hmmm..
pertanyaan yang pastinya ditanyakan oleh seorang karyawan yang sudah menikah,
apalagi seorang karyawati yang ingin menjadi seorang pensiunpreneur dari tempat
mereka bekerja. Pastinya pertanyaan ini harus dijawab dengan hati-hati.
Saya
sendiri dalam memilih untuk menjadi seorang pensiunpreneur pada tahun 2003
memang harus berdiskusi dulu dengan pasangan hidup saya karena ini adalah
pilihan yang tidak mudah. Apalagi waktu itu saya baru akan menikah dan sudah
berhenti dari tempat kerja dengan awal mengambil kuliah untuk S2 bidang
manajemen, akan tetapi syaratnya harus meninggalkan tempat bekerja saya dulu di
PT Asuransi Bintang Tbk, karena mendapatkan beasiswa dari Sampoerna Foundation.
Hal
ini juga dirasakan oleh Siti Gumilang yang memang menjadi seorang
pensiunpreneur dari tempat dia bekerja di salah satu Hotel di Lembang.
Pekerjaan ditempat lama sudah membuat pengetahuan dan keterampilan serta
memberikan pengalaman yang luar biasa bagi dia untuk berbisnis, akan tetapi,
hal ini dirasakan belum cukup untuk menjadi seorang pensiunpreneur karena
sebagai seorang istri, dia masih merasakan bagaimana sejatinya dukunga suami
itu adalah kunci sukses untuk memulai dan mengembangkan bisnis.
Sekarang,
Siti Gumilang sudah berhasil mengembangkan bisnis yang relevan dengan pekerjaan
dia dulu di hotel yaitu bagian food and beverage dan relevan dengan Bebek
Gorowok. Lalu, apa kontribusi suami pada bisnis ini? Siti tidak hanya
mendapatkan dukungan doa dari sang suami, akan tetapi juga dukungan pengetahuan
dan keterampilan dan bahkan sampai dengan networking yang dimiliki oleh suami
dan dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis rumah makan ini.
Sekarang,
Siti berdua mengembangkan bisnis ini. aspek manajemen bahkan dipegang oleh
suami, mulai dari keuangan, pemasaran, operasi dan bahkan sumber daya manusia.
Siti lebih fokus kepada bagaimana membuat produk yang berkualitas sesuai dengan
need, want dan demand dari pasar. berbagai produk baru dan pengembangan produk
yang sudah ada terus dilakukan. Bahkan yang paling penting bagi Siti saat ini
adalah bagaimana membuat produk yang berkualitas sehingga setiap produk itu
harus ditangani sendiri untuk bisa disampaikan kepada konsumen.
So,
dukungan suami adalah kunci sukses bagi Siti dalam mengembangkan bisnis menjadi
seorang pensiunpreneur sukses.
So, masih takut memilih untuk jadi
pensiun preneur sukses? Waktunya sekarang memutuskan untuk menjadi seorang
pensiun preneur sukses. Ingat…….., NOW OR NEVER…..

