Menjadi seorang bawahan atau follower merupakan fase dimana karyawan atau bahkan seorang entrepreneur memiliki orang-orang yang harus dii...
Menjadi seorang bawahan atau follower merupakan fase dimana karyawan
atau bahkan seorang entrepreneur memiliki orang-orang yang harus diikuti.
Konteks ini menunjukkan bagaimana posisi setiap entrepreneur, seperti
entrepreneur yang ikut dalam sebuah organisasi dan mereka berstatus sebagai
anggota. Demikian juga dengan bagaimana entrepreneur itu merupakan bawahan dari
pemerintah ataupun berbagai pihak yang relevan dengan bisnis mereka
masing-masing. intinya adalah bagaimana entrepreneur itu adakalanya mereka
menjadi seorang bawahan atau follower untuk diri mereka masing-masing.
Dalam konteks ini, jelas entrepreneur harus fokus pada satu aspek yang
paling penting yaitu berhubungan dengan diri seorang leader. Ingat, leader itu
juga adalah seorang manusia dan oleh karena itu, sudah waktunya entrepreneur
fokus pada bagaimana memahami setiap atasan dengan baik. Pemahaman ini
berhubungan dengan diri para atasan dalam konteks bagaimana mereka dilihat
sebagai seorang manausia yang memiliki akal fikiran, rasa, keluarga dan aspek
lainnya.
Salah satu dari aspek pribadi yang paling relevan adalah bagaimana
seorang atasan itu dilihat dalam konteks nilai-nilai yang dimiliki oleh para
atasan. Nilai ini berhubungan dengan apa yang ada dalam diri setiap atasan
tersebut. Nilai-nilai diri tentang konsep diri yang ada dalam setiap bawahan.
Mereka akan berpersepsi sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Sebagai contoh,
apakah atasan mengganggap bawahan tersebut sebagai teman atau partner? Ini akan
menjadi dasar bagi setiap bawahan ketika mereka dianggap sebagai partner dalam
bekerja. Untuk itu, bawahan harus meningkatkan knowledge, skill dan attitude
dalam bekerja.
Dengan modal knowledge, skill dan attitude yang sesuai dengan apa yang
diharapkan oleh atasan, akan ada sharing dan diskusi dengan atasan sehingga
mereka akan semakin bisa menerima para bawahan. Bahkan mereka akan sangat
mengharapkan pemikiran-pemikiran yang konstruktif dari bawahan dan pastinya
akan semakin baik hubungan dengan para atasan. Inilah yang harus dipahami oleh
para bawahan.
Ketika ini bisa dilakukan oleh para bawahan, yakinlah bahwa atasan akan
puas dengan kinerja yang diberikan oleh setiap bawahan. Memang pada hakekatnya,
pada konteks ini, bawahan itu memiliki konsumen yang bernama atasan dan tugas
utama seorang bawahan adalah memuaskan dan bahkan membuat atasan menjadi loyal
kepada mereka dengan dasar pemahaman yang baik terhadap diri setiap atasan.
Mari sukses manajamen dengan basis soft skill yang harus dimiliki oleh
setiap entrepreneur.
Tulisan ada di www.strategidanbisnis.com


