Dalam kesempatan memberikan kuliah kepada mahasiswa School of Business and Management Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), ada satu pela...
Dalam kesempatan memberikan kuliah kepada mahasiswa School of Business
and Management Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), ada satu pelajaran yang
sangat berharga yaitu bagaimana sejatinya seorang komunikator menangkap
keinginan audiens. Hal ini sangat terasa ketika para mahasiswa yang belajar
bisnis dan manajemen tersebut sudah menjalankan bisnis dan berharap untuk bisa
mendapatkan kesempatan untuk belajar bisnis secara ril dan memasarkan produk
mereka ke kawasan ASEAN.
Hal ini dapat dilihat dari bahasa verbal dan non verbal yang ditampilkan oleh para mahasiswa selama
mendapatkan sharing. Tidak perlu butuh lama untuk mendapatkan apa yang
diharapkan dan diinginkan oleh para audiens. Pengalaman yang didapatkan ketika
memberikan sharing dengan para mahasiswa ataupun pengusaha, didapatkan bahwa
sejatinya seorang entrepreneur sudah mengetahui apa yang diinginkan oleh
audiens tersebut sebelum dilakukan sharing.
Penting bagi entrepreneur untuk melakukan analisis terhadap need dan
want setiap audien ataupun sekelompok audiens. Bagaimana caranya? Konteks kalau
seminar atau diskusi bisnis kan memiliki panitia yang pastinya mereka
mengetahui tujuan dari sharing tersebut. Hal ini bisa dilakukan oleh
entrepreneur dengan bertanya kepada panitia yang menyelenggarakan acara.
Yang tidak kalah penting adalah bagaimana entrepreneur melakukan
komunikasi informal dengan audiens sebelum acara. Hal ini penting untuk bisa
mendapatkan keinginan setiap audiens sehingga didapatkan informasi seputar
keinginan setiap audien. Dengan berdiskusi secara informal, maka audien akan
menyampaikan apa yang mereka harapkan kepada entrepreneur. Manfaatkan situasi
informal ini untuk mendapatkan banyak informasi tentang apa yang mereka
harapkan.
Selain itu, entrepreneur harus bisa memanfaatkan 3 menit pertama dalam
acara sharing ataupun berkomunikasi dengan audiens. Tiga menit pertama ini akan
menentukan apa yang diinginkan audiens. Lihat bagaimana bahasa verbal dan
bahasa non verbal mereka. Hal ini bisa dilakukan dengan melontarkan apa yang
diharapkan audiens. Tentu pertanyaan yang diajukan juga lebih cerdas sehingga
mereka bisa menyampaikan kepada entrepreneur tentang apa yang diharapkan.
Cukup? Tidak. Analytical thinking dari seorang entrepreneur harus bisa
dikembangkan dalam artian bahwa entrepreneur harus bisa menganalisis akar
masalah dari setiap hal yang diharapkan oleh audiens serta mencari alternative
solusi dan bahkan solusi untuk memecahkan permasalahan yang mereka hadapi.
Inilah yang akan dilanjutkan oleh entrepreneur menjadi sebuah pesan dalam
berkomunikasi yang didukung oleh media komunikasi serta cara berkomunikasi.
Oleh karena itu, fokuslah pada bagaimana mengetahui keinginan audiens
secara cerdas dan cepat..
STRABIZ
Management Consulting

