Minggu, 3 April 2016, kegiatan Gelar Produk Seribu Wirausaha Baru Jawa Barat akan diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, ...
Minggu, 3 April 2016, kegiatan Gelar Produk Seribu
Wirausaha Baru Jawa Barat akan diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha
Mikro, Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Barat di Pelataran Parkir Gedung Sate. Kegiatan
ini didukung oleh GIMB Foundation, Bandung TV dan Strabiz Event Organizer.
Gelar Produk ini merupakan gelar tahun kedua dan menampilkan
produk-produk dari seribu wirausaha baru Jawa Barat yang merupakan binaan dari
13 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mahasiswa yang menjadi binaan dari kampus
seperti ITB, Unpad, Universitas Widyatama, Universitas Parahyangan, Universitas
Maranatha, Universitas Islam Nusantara.
Selain itu, juga ada binaan dari program Kemitraan
dan Bina Lingkungan (PKBL) dari PT Telkom Tbk, PT Pegadaian dan PT Len Industri
(Persero). Ada juga Debitur Bank BJB yang memiliki bisnis dengan skala mikro
yang relevan dengan pengembangan wirausaha di Jawa Barat. Wirausaha juga
berasal dari anggota organisasi bisnis yaitu Kadin Jabar, Hipmi Jabar dan GIMB
Foundation yang memiliki binaan dari berbagai bisnis.
Kehadiran wirausaha dari OPD, Kampus, binaan
perusahaan, binaan perbankan dan organisasi bisnis adalah gambaran bagaimana
mencetak seratus ribu wirausaha yang sudah dicanangkan oleh Gubernur Jawa
Barat, Ahmad Heryawan, pada tahun 2014 dengan konsep “jabar masagi” yaitu melibatkan seluruh stakeholders dari Jawa Barat untuk mencetak wirausaha baru Jawa
Barat.
Pada hari Minggu ini, akan ada seribu wirausaha
akan menampilkan produk-produk unggulan dari masing-masing wirausaha dan sesuai
dengan tema acara ini, Wirausaha baru Jawa Barat Kahiji di ASEAN. Karena
wirausaha diharapkan nanti akan bisa menjadi pemain utama di pasar ASEAN
apalagi Indonesia adalah pasar terbesar di ASEAN dengan jumlah lebih dari 250
juta dibanding total 600 juta penduduk sepuluh negara ASEAN.
Ada satu yang lebih penting lagi yaitu kehadiran
dari Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN dalam acara ini dengan membagikan
informasi tentang aturan-aturan yang
melekat pada program Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sudah diberlakukan
pada tanggal 31 Desember 2015. Selain itu, ada peluang-peluang bisnis yang ada
di kemenlu yang dapat dimanfaatkan oleh setiap entrepreneur.
Lalu, apa yang perlu diingat dalam acara ini?
Pertama, kegiatan ini adalah sebagai sebuah momentum untuk menampilkan produk
unggulan dari seribu wirausaha. Hal ini menggambarkan bagaimana produk-produk
yang dihasilkan oleh wirausaha baru Jawa Barat.
Kedua, memanfaatkan kehadiran Direktorat Jenderal
kerjasama ASEAN di acara ini sebagai media untuk melakukan sharing informasi
dan mendapatkan peluang untuk pasar ASEAN. Hal ini sangat dibutuhkan oleh wirausaha
karena rendahnya pengetahuan dan pemahaman tentang bagaimana MEA itu
sendiri.
Ketiga, membangun kerjasama bisnis dengan para
pelaku usaha dan juga perusahaan. Banyak pihak yang akan hadir dalam acara ini
sehingga para wirausaha dan sejatinya, wirausaha bisa memanfaatkan peluang ini,
baik di tingkat dari supplier ataupun bagi buyer.
Keempat, menindaklanjuti peluang yang didapat dari
acara ini khususnya dengan ASEAN dan juga dari buyer yang sudah dihadirkan oleh
panitia. Yang tidak kalah penting bagi peserta gelar produk ini adalah
menindaklanjuti program ini dengan baik sehingga setiap peluang bisa menjadi
bisnis yang dapat memberikan profit, people, planet, sustainability serta
tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar.
Yang terakhir adalah bagaimana melihat ini sebagai
evaluasi atas program Pencetakan Seratus Ribu Wirausaha Baru Jawa Barat untuk
dua tahun pertama yang selanjutnya dilakukan perbaikan atas apa yang masih
kurang.
Rasanya, hal ini bisa menjadi sebuah pemikiran
dalam acara gelar produk seribu wirausaha baru Jawa Barat sehingga Wirausaha
Baru Jawa Barat Kahiji di ASEAN ini menjadi terealisasi.
Meriza
Hendri, founder STRABIZ Management Consulting, GIMB Foundation ,

