Sore ini saya mendapatkan bbm dari kang agus yang menyampaikan kepada saya bahwa akan ada salah seorang siswa GIMB Entrepreneur school yang...
Sore ini saya mendapatkan bbm dari kang agus yang menyampaikan kepada saya bahwa akan ada salah seorang siswa GIMB Entrepreneur school yang mengundurkan diri dari program sekolah tersebut. Pengunduran diri ini berhubungan dengan pendaftaran dia sebagai siswa. Ada perbedaan harapan siswa kepada sekolah ini.
Dikelas dengan siswa GIMB Entrepreneur school
Kaget dan penasaran saya dengan pengunduran diri ini. Kaget karena belum pernah ada siswa yang minta mundur dari sekolah ini. Kaget kok bisa?
Pertanyaan ini terus hinggap dikepala saya. Kenapa anak ini mundur dari sekolah yang saya kembangkan sendiri. Saya merasa, materi tersebut sangat penting bagi anak-anak yang belajar di GIMB schoool. Hasil analsis saya untuk pengembangan bisnis mereka kedepannya.
Akan tetapi, kok tidak nyambung dengan siswa ini. pelajaran berharga buat saya. Pelajaran buat perbaikan materi, metode dan kualitas instruktur yang mengajar.
Selama perjalanan kerumah, saya berfikir kenapa ini. Akhirnya, saya menemukan jawaban akan hal ini, Jawaban terhadap kira-kira, kenapa dia mundur.
Bagi saya, ngga apa-apa dirinya mundur. Mundur dari sekolah ini. saya merasa terdapat perbedaan antara yang diharapkan oleh siswa dengan harapan sekolah GIMB ini. harapan anak ini adalah bagaimana bicara teknis dalam bisnis.
sah-sah saja sih harapan beliau ini. Beliau membutuhkan yang bersifat teknis. teknis dalam konteks bisnis dia dan menjalankan apa yang mereka jalankan. waduh.. itu kan buat jangka pendek....saya rasa
Hal ini berbeda dengan harapan dari GIMB school. Kami berharap bagaimana anak didik kami memiliki konsep yang jelas dalam berbisnis. Konsep ini didapatkan dari knowledge tengang bisnis dan manajemen untuk usaha ini.
Yang saya rubah dalam sekolah bisnis ini adalah bagaimana anak-anak gimbers bisa menumbuh kembangkan bisnis mereka untuk jangka panjang. 10 tahun kedepan adalah bisnis mereka harug besar.
Tidak cukup hanya memberikan trik-trik bisnis kepada mereka. Pemahaman akan bisnis dan manajemen adalah wajib. Untuk itulah seorang pebisnis harus dididik di GIMB school. ini.
Akan tetapi, saya juga mengimbangi hal-hal yang bersifat praktis dengan tulisan dan artikel setiap hari. Bacaan ini perlu dipahami sebagai hal yang bersifat trik dan praktis. selain itu, peserta diarahkan untuk membuat blog, web perusahaan, ikut dalam I Love Business, coaching, company visit, liputan media cetak dan elektronik, ikut pameran, wawancara radio, TV dan lain-lain yang berhubungan dengan perbankan.
Jadi, perlunya kesesuaian antara harapan anak didik dengan program GIMB school itu sendiri. tidak apa-apa anak tersebut mundur, tetapi, ada satu pelajaran bahwa kita harus menemukan orang-orang pebisnis yang benar-benar ingin menumbuhkembangkan bisnis mereka.

